Mode Ngampus Sampai Mampus
Ini tulisan terbaru saya. Sampai akhir tahun ini saya melakukan kajian
absurd, karena pusing dengan skripsi yang tak beres-beres. Nah hasilnya seperti
yang satu ini…
Dulu waktu masih SMA saya selalu ngebet pengen jadi mahasiswa. Saya bosan
berseragam putih abu, gak ada variasi. Nah setiap kali bertemu mas dan mbak
mahasiswa, saya selalu melihat sosok-sosok keren, sosok-sosok tanpa seragam.
Kini saya sudah mahasiswa, sudah hampir mantan mahasiswa malah.
Saya beruntung kuliah di jurusan yang gak terlalu mementingkan urusan
outfit, tidak seperti fakultas belakang yang kudu ini itu buat jadi sukses.
Anda mau sukses, pakailah kemeja berkerah, sepatu dan bla..bla..bla. Fakultas
saya, apalagi jurusan saya termasuk cuek untuk urusan seperti itu. Dosen-dosen
jurusan saya saja sebagian besar ber-jeans saat mengajar. Ibarat bus, mesin
lebih penting daripada body.
Makanya, di kampus saya ada bermacam-macam mahasiswa dengan segala
dandanannya. Nah seperti biasa, saya akan membuat klasifikasi sontoloyo. Kali
ini tentang 5 mazhab mode terbesar di kampus saya. Ini sekedar hiburan ringan
kala revisi skripsi saja, tak ada maksud buat melecehkan kelompok tertentu kok.
1. Mode Mushola, Jam sholat dzuhur biasanya dipenuhi makhluk-makhluk lapar
yang menjejali kantin. Tapi mereka justru memenuhi mushola untuk dzuhuran dan
bercengkerama setelah menghadap Sang Pencipta. Ya, merekalah aktifis mushola
kampus. Dandanannya mudah dikenal, sekaligus bertahan dari tahun ke tahun.
Meski tren celana pipa menjamur, para ikhwan setia dengan celana bahan sebatas
mata kaki serta gamis panjang bagi kaum akhwat. Meski kaos dengan warna
jedar-jeder mencolok mata sedang mewabah, mereka setia dengan jaket kebanggaan
bertuliskan nama organisasi, biasanya kalo gak KAMMI, HMI, PMII dls, atau jaket
Save-Save-an seperti Save Palestine, Save Ukhuwah. Dan satu lagi, mereka (kaum
ikhwan) lebih memilih bersandal ketimbang bersepatu kets. Gak tau kenapa,
mungkin karena anti pakai Converse yang produk Amerika. Tapi kan kita bisa
nginjak Amerika sekaligus bergaya dengan pakai Converse, ya to?
2. Mode Mapala, Saya selalu beranggapan anak-anak mapala (mahasiswa pecinta
alam) itu cool. Lupakan rambut gondrong bau matahari yang jarang dikeramas oleh
Suster Keramas. Lupakan wajah dekil dan badan bau yang jarang tersentuh air.
Lupakan sisa bau alkohol yang masih menempel hasil mabuk semalam. Bagi saya
mereka tetap cool dengan kemeja flannel, celana jeans belel, dan sepatu atau
sandal yang biasa dipakai untuk naik gunung. Sama seperti geng Mola, anak-anak
Mala seperti kebal pada perubahan mode mutakhir khas anak-anak gaul jaman
sekarang.
3. Kerudung Gawul, Berbeda dengan akhwat-akhwat yang identik dengan gamis
serta jilbab panjang, para Kawul-ers muda ini mencoba mengkompromikan perintah
agama dengan tuntutan mode. Kudungan tapi gak ketinggalan, ketinggalan mode
maksudnya.
Nah jadinya ya seperti begini. Kerudung untuk menutup kepala yang sesuai
agama Islam memang termasuk bagian aurat. Lalu atasannya biasanya kaos lengan
panjang (umumnya kaos adeknya yang dipakai). Kalau tak ada kaos lengan panjang
ya kaos lengan pendek tapi ditambahi sambungan (pipa kali disambung). Itu yang
umum ya. Nah bawahannya jeans. Jeans kalo longgar kan lucu ? jadi dipakailah
jeans model pensil yang membuat kaki terlihat mirip lemper. Atau yang lebih
mutakhir sesuai tuntutan kemajuan peradaban dunia. Celana legging, yang sering
dipakai buat latihan senam, yang betul-betul full pressed body, dijadikan sebagai
pentup bagian bawah.
Nah sekarang bandingkan antara Mola-ers dangan Kawul-ers dengan metode
analogi bangun datar. Mola-ers adalah persegi panjang. Dari atas sampai bawah
baju yang mereka kenakan ya longgar-longgar, lurus dan sama sampai bawah. Nah
kalo Kawul-ers adalah segitiga samakaki terbalik. Atas longgar, makin kebawah
makin sempit.
4. Mas-mas Klimis, Awalnya saya kira mereka mau sidang skripsi. Kemeja,
celana bahan atau jeans (tapi bukan blue-jeans), dan sepatu pantovel. Tapi kok
ya tiap hari sidang terus. Ternyata mereka adalah penganut sekte Mas Klimis.
Kalau kebanyakan teman-teman saya (dan saya) kuliah dengan kostum standar
(kaos, jeans dan sepatu kets), maka mas-mas klimis seperti mau sidang skripsi
tadi. Kalau kami datang ke ruang kelas dengan muka kucel, rambut kusut dan
aroma khas belum mandi hasil begadang garap tugas, maka mas klimis datang
dengan muka segar, badan wangi dan rambut berdiri yang mengkilat. Oh ya, hobi
mereka adalah merapikan baju setiap kali lewat di kaca kelas yang gelap. Beda
dengan kami, mengintip apakah ada makhluk manis di balik kaca gelap.
5. Etalase, Pengen lihat seisi distro di surabaya? lihat makhluk ini. Ingin
menengok Garlick, Smith, Cosmic, 3second, planet surf? berkenalanlah dengan
mereka…..
Ada yang mau nambahin ? :D#YangTerasuhM2ng
Komentar
Posting Komentar